Selama ini banyak sekali pemikiran yang sering kali berkecamuk dalam kepala Penulis Pemula. Ketakutan yang menghantui tentang hasil karya dan juga perjalanan yang tidak mudah untuk menemukan peminat karya kita membuat banyak Penulis Pemula seringkali gugur dan mundur sebelum benar-benar 'berperang'.
Ada beberapa mindset dan pola pikir yang perlu dibangun agar Penulis Pemula tetap semangat berjuang untuk melahirkan karya-karya yang bisa menjadi insipirasi bagi banyak orang.
1. Menulis bukan sebuah kesenangan atau hoby semata.
Aktifitas menulis yang berawal dari aebuah kesenangan adalah sebuah 'modal' utama karena seseorang akan terbiasa mengeluarkan ide dan perasaan yang dialaminya. Tapi, sebuah kesenangan saja bukan hal yang cukup karena menulis bisa dijadikan sebuah aktifitas yang menghasilkan uang atau prestasi dari berbagai ajang lomba.
Oleh karena itu, Penulis harus terus meningkatkan kemampuan agar setiap karyanya layak untuk menembus 'Pasar Pembaca'.
2. Merasa tulisannya jelek dan tidak layak diterbitkan.
Perasaan yang sering menghampiri hampir semua Penulis Pemula adalah rasa percaya diri akan hasil karya yang telah dibuat. Merasa malu dan berpikir berlebihan sehingga menganggap orang lain tidak akan suka. Tentu, hal ini adalah wajar. Tapi, kita harus bisa terus melawan rasa malu dan tidak percaya diri dengan terus mencoba mengenailkan tulisan-tulisan kita kepada orang lain.
3. Semangat mencari ilmu baru.
Belajar dan terus belajar agar setiap tulisan yamg disajikan semakin baik dari hari ke hari. Pelajari teknik menulis, topik yang sedang trend, dan gaya tulisan yang kita minati. Bisa mempelajari secara mandiri melalui buku atau platform online yang banyak tersedia secara gratis, atau bisa mengikuti kelas-kelas menulis.
4. Setiap hari 'Menulis' dan 'Membaca'.
Dua aktifitas tersebuat ibarat aktifitas makan dan minum yang tidak boleh terlewatkan agar kemampuan terus terasah dan stok inspirasi terus terpenuhi. Tidak ada tips lebih gacor dari selain menulis, menulis, dan menulis. Supaya ide tetap mengalir, bisa diimbangi dengan membaca, membaca, dan membaca.
Penulis yang hebat, pembaca yang cermat
5. Menulis bukan soal bakat, tapi hasrat.
Banyak para Penulis Pemula berhenti saat menemui kesulitan dan kendala. Si tengah rasa putus asa, mereka berpikir bahwa ternyata menulis bukanlah sebuah bakat yang mereka miliki sehingga jalan menuju kesuksesan terasa lambat. Padahal, menulis bukan persoalan bakat, melainkan hasrat atau kemauan yang bisa dilatih sehingga siapa pun orangnya akan bisa menjadi Penulis.
6. Menghindari Plagiarisme.
Plagiarisme adalah sebuah tindakan mengambil atau mencuri ide, kata-kata, atau karya orang lain tanpa izin dari pemilik karya. Meskipun dalam sebuah karya, pasti ada saja ide yang sama. Tapi, setiap Penulis akan mampu mengembangkan dan mengemas ide secara beebeda.
7. Jangan takut memulai.
Biasanya para Penulis Pemula takut memulai beragam genre. Padahal, menemukan jati diri menulis itu bıtuh melalui proses trial and eror. Jadi, coba aja dulu menulis, nanti kita akan menemukan dimana sih 'rumah' kita yang sebenarnya.
8. Bertekad menulis hal baik.
Di Era sekarang banyak para penulis yang memiliki kemampuan menulis memukau, tapi kemampuan itu digunakan untuk menulis hal tidak baik yang bahkan melanggar kode etik budaya dan agama. Oleh karena itu, para penulis harus berupaya membulatkan tekad apapun yang dituliskan adalah hal baik dan kebenaran yang tak akan pernah mau ditukar dengan kelicikan dan keuntungan semata.
Diantara mindset di atas, kira2 hal mana yang terasa sulit dijalani?



0 komentar